Gowes Lover Nusantara

Di Penghujung Kalender 2025—Kayuhan Pelan Bukan Berarti Tertinggal!

Kayuhan Sabtu Pagi Melewati Gerbang Mahkota Rengganis Menjelang Akhir Tahun 2025

Saat kayuhan terasa perlahan, bukankah arah yang jelas serta ritme yang terjaga lebih berharga daripada sekadar kecepatan? Baca selengkapnya di sini!

Gowes Lover – Pagi ini jalanan masih lengang. Aspal belum dipenuhi cerita, klakson belum bersahut-sahutan, dan kesibukan belum berlomba menunjukkan tujuan. Yang terdengar hanyalah bunyi rantai sepeda berputar perlahan di bawah langit mendung, seakan berpesan bahwa kita tak selalu harus melaju kencang untuk tetap bergerak maju.

Sering kali kita merasa gagal karena belum mampu menyusul mereka yang sudah jauh di depan, merasa tertinggal seolah perjalanan hanya sah bila ditempuh dengan tempo tinggi. Dalam lingkungan yang memuja laju dan hasil instan, kecepatan kerap dijadikan simbol keberhasilan. Padahal, memilih untuk melambat tidak selalu berarti berhenti atau menyerah.

Ada banyak alasan di balik kayuhan yang lebih tenang. Ada yang sedang menata napas, ada yang memulihkan tenaga, dan ada pula yang tengah menguatkan ritme agar mampu bertahan dalam perjalanan panjang. Dalam setiap perjalanan—termasuk bersepeda—ritme yang konsisten sering kali lebih menentukan keberlanjutan dibanding dorongan untuk sekadar cepat tanpa arah.

Pengalaman banyak orang menunjukkan hal serupa. Rasa ragu dan perasaan kalah kerap muncul saat membandingkan diri dengan laju orang lain. Namun, yang sering terlupakan adalah bahwa kecepatan bukan satu-satunya ukuran kemajuan. Justru arah dan konsistensi menjadi penentu yang lebih penting.

Pelajaran sederhana hadir dari ketenangan pagi saat mengayuh: jarak terjauh biasanya ditempuh bukan oleh mereka yang paling cepat, melainkan oleh mereka yang terus bergerak dengan konsisten. Maka, ketika kayuhan terasa lebih pelan, itu bukan tanda tertinggal. Selama masih berada di jalur yang dipilih dan tetap mengayuh, perjalanan akan terus berlangsung—tenang, terukur, dan menuju tujuan yang diinginkan.

Kini, kita sudah berada di penghujung tahun 2025. 🚴‍ Jadi, bagaimana? Masih konsisten mengayuh?

Semoga tulisan ini memberi sudut pandang baru tentang perjuangan yang lebih menekankan arah, konsistensi, dan ritme dibanding sekadar kecepatan!

***

Salam Gowes✋

Gambar header: Gerbang Perum Mahkota Rengganis

Waktu gowes: Sabtu, 27/12/2025

* * * 

No comments:

Powered by Blogger.